BANJARBARU kemenag BJB— Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimaknai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, sebagai ruang refleksi bersama bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk merawat narasi publik yang sejuk, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Mukhlis bertepatan dengan peringatan HPN yang jatuh pada Senin, 9/2
Kepada tim Humas Mukhlis menyampaikan, di tengah arus informasi yang bergerak cepat, peran ASN—terutama yang terlibat dalam fungsi kehumasan—tidak sekadar menyampaikan informasi kegiatan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui narasi yang meneduhkan dan berorientasi pada pelayanan. “Narasi yang kita sampaikan kepada publik adalah cermin wajah birokrasi kemenag. Karena itu, ASN Kemenag harus hadir dengan bahasa yang sejuk, mencerahkan, dan memberi harapan, bukan memperkeruh ruang publik,” ujar Mukhlis.
Kepala kementerian agama idaman Banjarbaru menyampaikan, Kementerian Agama memiliki karakter khas sebagai institusi yang mengemban nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus tercermin dalam setiap produk komunikasi publik, terutama dalam pemberitaan yang dikemas oleh humas. “Humas Kemenag bukan sekadar corong informasi, tetapi penjaga makna. Narasi yang dibangun harus informatif, faktual, dan tetap mengedepankan semangat toleransi serta keberagaman yang menjadi DNA Kementerian Agama,” tambahnya. Lebih lanjut, Mukhlis menyebut peringatan Hari Pers Nasional menjadi pengingat pentingnya kemitraan antara pers dan birokrasi. Ia mendorong agar jurnalis internal Kemenag mampu menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Ahmad Alamsyah, yang juga memimpin langsung tim humas, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kepekaan humas dalam merespons dinamika informasi publik. “Humas harus lebih cekatan, responsif, dan mampu membaca isu. Informasi yang disampaikan harus membangun optimisme, bukan sekadar reaktif, apalagi terjebak pada narasi yang berpotensi memecah belah,” tutur Alamsyah.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi, humas Kemenag dituntut tidak hanya mempublikasikan kegiatan, tetapi juga menghadirkan konteks dan makna di balik setiap program dan kebijakan. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami peran Kementerian Agama secara utuh. “Pemberitaan Kemenag harus memberi rasa aman, menenangkan, dan memperkuat kepercayaan publik. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir melalui layanan dan narasi yang ramah serta berkeadaban,” imbuhnya.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 ini, lanjut Alamsyah, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen humas Kemenag Banjarbaru dalam menghadirkan jurnalistik birokrasi yang etis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan publik. Sebagai penutup, Kakankemenag Banjarbaru berharap semangat Hari Pers Nasional dapat terus menghidupkan peran pers—baik eksternal maupun internal Kemenag—sebagai mitra strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat. “Ketika narasi dijaga dengan amanah, maka kepercayaan akan tumbuh. Dan di situlah Kementerian Agama hadir memberi dampak, menebar ketenangan, serta merawat kerukunan,” pungkas Mukhlis. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








