Our Story
Kementerian Agama Kota Banjarbaru berkomitmen akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung website resmi kami, kami berharap masyarakat bisa memberikan masukan dan kontribusi bagi perkembangan Kementerian Agama Kota Banjarbaru dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat.
Layanan Kementerian Agama Kota Banjarbaru menurut Masyarakat
Who We Are?
Ketika Kabinet Presidensial dibentuk di awal bulan September 1945, jabatan Menteri Agama belum diadakan. Demikian halnya, di bulan Nopember, ketika kabinet Presidential digantikan oleh Kabinet Parlementer di bawah Perdana Menteri Sjahrir. Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali diajukan kepada BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) pada tanggal 11 Nopember 1946 oleh K.H. Abudardiri, K.H. Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro, yang semuanya merupakan anggota KNIP dari Karesidenan Banyumas. Usulan ini mendapat dukungan dari Mohammad Natsir, Muwardi, Marzuki Mahdi, dan Kartosudarmo yang semuanya juga merupakan anggota KNIP untuk kemudian memperoleh persetujuan BP-KNIP.[2]
Kelihatannya, usulan tersebut kembali dikemukakan dalam sidang pleno BP-KNIP tanggal 25-28 Nopember 1945 bertempat di Fakultas Kedokteran UI Salemba. Wakil-wakil KNIP Daerah Karesidenan Banyumas dalam pemandangan umum atas keterangan pemerintah kembali mengusulkan, antara lain; Supaya dalam negara Indonesia yang sudah merdeka ini janganlah hendaknya urusan agama hanya disambillalukan dalam tugas Kementerian Pendidikan, Pengajaran & Kebudayaan atau departemen-departemen lainnya, tetapi hendaknya diurus oleh suatu Kementerian Agama tersendiri.[2]
Usul tersebut mendapat sambutan dan dikuatkan oleh tokoh-tokoh Islam yang hadir dalam sidang KNIP pada waktu itu. Tanpa pemungutan suara, Presiden Soekarno memberi isyarat kepada Wakil Presiden Mohamad Hatta, yang kemudian menyatakan, bahwa Adanya Kementerian Agama tersendiri mendapat perhatian pemerintah. Sebagai realisasi dari janji tersebut, pada 3 januari 1946 pemerintah mengeluarkan ketetapan NO.1/S.D. yang antara lain berbunyi: Presiden Republik Indonesia, Mengingat: Usul Perdana Menteri dan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, memutuskan: Mengadakan Departemen Agama.[2]
Meet Our Team
Bryon T. Kirkland Founder
Ea erant impetus vel. Vivendo commune invidunt no nam. In sea facilisi consetetur. Eum diam mutat feugiat ad, facilisis explicari vim cu. Te pri voluptaria accommodare, eos viris aeterno in.
Kimberly J. Walters Art Director
Ea erant impetus vel. Vivendo commune invidunt no nam. In sea facilisi consetetur. Eum diam mutat feugiat ad, facilisis explicari vim cu. Te pri voluptaria accommodare, eos viris aeterno in.
Walter C. Cook Co-Founder
Ea erant impetus vel. Vivendo commune invidunt no nam. In sea facilisi consetetur. Eum diam mutat feugiat ad, facilisis explicari vim cu. Te pri voluptaria accommodare, eos viris aeterno in.